Category: Life Tutorial

  • Tes STIFIn di Wonosobo – Part 1

    Tes STIFIn di Wonosobo – Part 1

    Prolog – Suatu ketika saya lagi scrolling status Whatsapp, lalu ada kawan lama ngupdate status bahwa beliau adalah seorang promotor STIFIn*. Seketika saya lalu membalas status tersebut bahwa saya ingin dites STIFIn, sayapun bertanya, bisa online ga sih? Ternyata tes STIFIn itu tidak bisa online karena prosedur tes STIFIn adalah dengan cara scan 10 sidik jari kita dihadapan promotor STIFIn, kawan saya ini domisili di Kota Batu sementara saya di Wonosobo.

    Tes STIFIn di Wonosobo
    Tes STIFIn di Wonosobo

    Beliau lalu merekomendasikan promotor STIFIn lain yang lokasinya dekat dengan Wonosobo. Singkat cerita saya sudah saling kontak dengan promotor STIFIn yang menangani Jawa Tengah lalu kami janjian untuk tes di rumah saya.

    Hari yang dijanjikan pun tiba, akhirnya saya menjalani tes STIFIn. Tes yang sudah saya ketahui sejak dulu saya di Jakarta mungkin tahun 2015-an lah dan baru menjalaninya 2023 haha.

    Saya kira mesin kecerdasan saya adalah Thinking wong saya itu adalah seorang programmer dimana saya berpikir logis, terstruktur, rapi pokoknya otak kiri banget lah. Ternyata hasil yang keluar adalah saya seorang Feeling, iyaaaa Feeling extrovert. Sempat iskal juga kalau saya seorang Feeling haha.

    Mungkin para pembaca akan bertanya, ngapain tes STIFIn segala? Wong udah kerja, punya usaha juga kan?

    Jadi begini pemirsa, tes STIFIn itu berguna untuk mendeteksi diri kita secara genetik, apa yang dideteksi? Hanya 2 saja yaitu dari 5 belahan otak kita manakah yang dominan dan dari belahan otak yang dominan tersebut lapisan mana yang dominan. Lha terus kalau sudah dites STIFIn manfaatnya buat kita apa?

    Baiklah, kita lanjut prat 2 ya pembaca sekalian biar ga terlalu panjang. -end of prolog.

    *promotor STIFIn adalah orang yang memiliki lisensi untuk melakukan pengetesan STIFIn.

  • Bahaya Perokok Pasif

    Bahaya Perokok Pasif

    Kamu ngga merokok namun berada di lingkungan perokok? Kamu dalam bahaya besar, simak artikel bahaya perokok pasif berikut ini.

    WHO atau Badan Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa setiap tahun lebih dari 7 juta kematian terjadi akibat penyakit yang ditimbulkan oleh paparan asap rokok. Sementara itu sekitar 890.000 kasus kematian tersebut terjadi pada perokok pasif di seluruh dunia. Coba kalian bayangkan orang yang sedang menghisap rokok, masuk ke tenggorokannya, ke paru-parunya, kemudian setelah masuk kedalam organ tubuhnya yang sangat kotor itu dikeluarkan dari hidung yang bisa jadi ingusan, atau dari mulut yang gapernah sikat gigi dan kita sebagai perokok pasif menghirupnya (weeekkk). Itulah mengapa saya lebih baik menghindari orang-orang yang merokok, bukannya saya benci mereka namun karena saya cinta kepada diri saya sendiri.

    Efek Buruk Asap Rokok

    Dari sekian banyak artikel yang saya pernah baca, ternyata asap tembakau itu mengandung sekitar 4000 bahan kimia dan lebih dari 50 diantaranya telah dikaitkan dengan kanker, baik kanker kesehatan maupun kantong kering. Dalam jangka pendek maupun jangka panjang, menghidup asap rokok menimbulkan gejala seperti mata iritasi, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, pusing, rambut rontok, mata berkunang-kunang, sayu, buruk rupa, bau badan busuk mungkin menyebabkan ketombean juga.

    Bahaya Perokok Pasif

    Sementara itu senantiasa menghirup rokok secara pasif yang menjijikkan itu dapat meningkatkan resiko seseorang untuk terserang kanker paru-paru setidaknya mendekati 25 persen. Selain itu juga menyebabkan serangan jantung, nyeri dada, gagal jantung, bahkan dulu temen saya yang lagi hamil keguguran karena terlalu sering terpapar asap rokok yang menjijikkan itu. Sementara itu penelitian lain bahaya perokok pasif bagi ibu hamil menyebabkan bayi lahir mati dan bayi lahir dengan berat badan dibawah rata-rata. Kalau bahaya perokok pasif bagi anak-anak beresiko terserang batuk, pilek, alergi, infeksi telinga, meningitis, serta sindrom kematian bayi mendadak. Selain itu anak-anak yang sering terpapar asap rokok memiliki kemampuan akademik yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang bebas dari paparan asap rokok. Saran saya bagi orang tua yang merokok ya berhentilah sekarang atau anak-anak kalian bakalan bego, kalian membesarkan generasi yang bego, tolol.

    Merokok Itu Keren?

    Cobalah simak video dibawah ini, nasihat dari Bp Dr. Sutopo Purwo Nugroho, M.Si, APU, kata siapa merokok itu keren, yang ada merokok itu ya bikin bego, weekk.

  • Hapus Saja Media Sosialmu

    Hapus Saja Media Sosialmu

    Assalamualaikum pengunjung cms.imamsuro.com/, terimakasih telah berkenan mengunjungi blog saya dan berkenan sampai pada halaman ini. Saya yakin kalian pasti tahu dengan media sosial yaitu facebook, instagram, twitter dll, dan bisa jadi kalian mempunyai akun di media sosial tersebut bahkan mungkin mempunyai akun lebih dari satu :D. Ya nggak?

    Sebenarnya sudah sejak beberapa pekan lalu saya sudah menghapus aplikasi facebook, instagram di ponsel saya, karena apa?

    Diet media..

  • Terorisme, Jihad dan Penyebaran Islam

    Terorisme, Jihad dan Penyebaran Islam

    Assalamualaikum pembaca cms.imamsuro.com/. Apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat, bahagia, kaya raya dan sempurna. Aamiin.

    Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang sesuatu yang saya dapatkan dari kuliah subuh tadi di masjid. Jadi begini para pembaca, ada sebuah pertanyaan dengan jawaban pilihan ganda. Pertanyaannya adalah seperti para paragraf dibawah ini.

    Kalau Anda ingin menangkap beberapa ayam yang ada dipekarangan halaman, strategi apa yang akan Anda gunakan?

    1. Menggunakan senapan angin.
    2. Mengejar ayam.
    3. Menaruh umpan dan menyiapkan kurungan.

    Mari kita bahas setiap poin dari jawaban diatas mulai dari pilihan pertama yaitu menggunakan senapan angin. OK, kalau kita gunakan senapan angin maka kita perlu satu peluru satu ayam dan yang namanya ayam nggak diam-diam ditempat melainkan jalan-jalan atau berlarian. Diperlukan kemampuan semacam sniper untuk mengalahkan satu ekor ayam.

    Poin kedua kalau kita menangkap ayam dengan mengejar ayam maka sudah dibayangkan bagaimana susahnya kejar-kejaran sama ayam, apalagi dilihat tetangga, maka yang ada adalah kegaduhan.

    Poin ketiga adalah kita mengeluarkan modal segenggam beras atau segenggam jagung kemudian dengan panggilan khusus ayam yang sudah universal diseluruh jagad raya baik dunia nyata maupun dunia nyata yaitu “kur kur kur“. Kemudian ayam-ayam itu mendekat, sedangkan yang namanya ayam kalau mematuk makanan itu selalu menunduk jadi ngga tau kalau diatasnya ada kurungan yang siap untuk mengurungnya tanpa menganggu tetangga dan tanpa membuat kegaduhan dilingkungan sekitar.

    Penyebaran Agama Islam

    Sepertinya kita semua setuju bahwa penyebaran agama Islam di nusantara ini dapat diibaratkan seperti poin ketiga. Pada tahun 1300 an wali songo datang ke Indonesia, dimana pada waktu itu Indonesia adalah sebuah negara musyrik paling besar didunia. Bagaimana tidak? Kita lihat saja candi Borobudur di Magelang itu lebih besar dari candi Budha yang ada di Thailand, bahkan masuk dalam salah satu dari tujuh keajaiban didunia. Kalau kita lihat candi Prambanan di Jogja juga tidak kalah megah dari ketinggiannya dan arsitekturnya.

    Islam disebarkan oleh para Wali Allah sebelum penjajahan, disebarkan dengan kedamaian, tanpa kegaduhan, tanpa pertumpahan darah sedikitpun. Kita bisa lihat salah satu contoh pendekatan sunan Kudus yang membangun masjid Al-Aqsa di Kudus. Masjid yang dari luar terlihat seperti Pura itu memberikan pesan bahwa dahulu sunan Kudus menyebarkan agama Islam dengan cara yang halus. Penduduk beragama Hindu dapat dengan mudah memasuki masjid Al-Aqsa tanpa rasa sungkan, walaupun setelah memasuki gapura didalamnya terdapat sebuah masjid. Bahkan sunan Kudus itu melarang umat Islam untuk menyembelih sapi ketika hari raya Idul Adha, mengapa? Karena menjaga perasaan –yang mewakili jiwa– umat Hindu. Coba bayangkan, perasaan, jiwa aja dijaga apalagi raga coba?

    Tuduhan terorisme yang dilekatkan pada umat Islam sekarang ini sangatlah jauh dari kenyataan yang ada. Dimana sejak zaman Nabi Muhammad SAW sampai zaman Wali Songo bahkan hingga saat ini terbukti bahwa dimana negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam maka penduduk yang bukan Islam akan dihormati, dilindungi bukan seperti penduduk agama Islam yang menjadi minoritas, mereka dikucilkan, dilarang beribadah, bahkan masjid-masjid dibakar. Itulah kenyataannya.

    Kalau dalih jihad para teroris mempunyai landasan QS. Al-Baqoroh: 110 maka itu adalah salah besar, karena kita boleh memerangi suatu kaum ketika kaum tersebut lebih dahulu memerangi kita.